Kok Bisa Dimanfaatkan Oknum Kepala Sekolah Sih...?!
Selamat berkunjung diblog kami,
Kabar Seputar Sekolah di provinsi Sumatera Utara hari ini akan memberikan berita seputar sekolah di Sumatera Utara kali ini tepatnya di Kota Tanjungbalai.
Kami mendapatkan dari beberapa sumbur informasi di lingkungan sekolah bahwasanya ada salah satu sekolah tepatnya di tanjungbalai yang kebutuhan gurunya tidak dipenuhi, sementara itu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah dibayarkan oleh Negara.
Kami mendapatkan informasi yang begitu akurat dari beberapa guru yang ada di sekolah tersebut, dan mereka mengatakan bahwa sanya kebutuhan guru-guru disekolah tersebut tidah di penuhi sekolah, namun kami mengatakan hal tersebut bukan sekolah yang tidak memenuhi, akan tetapi ada oknum kepala sekolah yang tidak menggunakan dana BOS tersebut tidak sesuai dengan Laporan Anggaran yang dibuat Bendahara Sekolah tersebut.
Perlakuan Oknum Kepala Sekolah ini sungguh merugikan bagi guru dan akan menjadi fatal tentunya dalam kegiatan Belajar Mengajar di sekolah tersebut, karena kebutuhan guru seharusnya dapat dipenuhi sesuai anggaran yang telah direncanakan sebelumnya, namun hal ini tidak terlihat sama sekali kepada sekolah tersebut.
Oknum Kepala Sekolah ini merupakan kepala sekolah baru di lantik tahun 2017, tepatnya bulan February, dan setelah kami selidiki, oknum Kepala Sekolah tersebut tidak memiliki SK Cakep atau tidak pernah mengikuti Pelatihan Calon Kepala Sekolah, dan tentunya ini sangat di sayangkan, karena pengalaman Oknum Kepala sekolah ini pastinya kurang memadai dalam memimpin di suatu sekolah.
Dan ada juga beberapa informasi kami dapat yang tidak mau guru tersebut disebutkan namanya, beliau mengatakan bahwa Oknum kepala sekolah tersebut semenjak menggantikan Kepala Sekolah yang lama, apa pun belum ada yang terlihat dibelikan oleh Kepala Sekolah tersebut, Bolpoint Pun dalam 1 semester di jatah hanya 2 Bolpoint perguru ( warna merah dan hitam),sementara Bolpoint itu sangat dibutuhkan guru-guru tersebut dalam menilai kegiatan belajar siswa, ini merupakan kerugian besar bagi guru-guru di sekolah tersebut.
Dalam pembahasan ini, guru-guru yang berada disekolah tersebut mengaharapkan kepada tim BPK agar memeriksa sekolah tersebut, untuk memastikan bahwa Anggara yang dibuat itu tepat sasaran.
Terimakasih.
KLIK untuk Informasi Operator Sekolah
KLIK untuk Informasi TNI
Kabar Seputar Sekolah di provinsi Sumatera Utara hari ini akan memberikan berita seputar sekolah di Sumatera Utara kali ini tepatnya di Kota Tanjungbalai.
Kami mendapatkan dari beberapa sumbur informasi di lingkungan sekolah bahwasanya ada salah satu sekolah tepatnya di tanjungbalai yang kebutuhan gurunya tidak dipenuhi, sementara itu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah dibayarkan oleh Negara.
Kami mendapatkan informasi yang begitu akurat dari beberapa guru yang ada di sekolah tersebut, dan mereka mengatakan bahwa sanya kebutuhan guru-guru disekolah tersebut tidah di penuhi sekolah, namun kami mengatakan hal tersebut bukan sekolah yang tidak memenuhi, akan tetapi ada oknum kepala sekolah yang tidak menggunakan dana BOS tersebut tidak sesuai dengan Laporan Anggaran yang dibuat Bendahara Sekolah tersebut.
Perlakuan Oknum Kepala Sekolah ini sungguh merugikan bagi guru dan akan menjadi fatal tentunya dalam kegiatan Belajar Mengajar di sekolah tersebut, karena kebutuhan guru seharusnya dapat dipenuhi sesuai anggaran yang telah direncanakan sebelumnya, namun hal ini tidak terlihat sama sekali kepada sekolah tersebut.
Oknum Kepala Sekolah ini merupakan kepala sekolah baru di lantik tahun 2017, tepatnya bulan February, dan setelah kami selidiki, oknum Kepala Sekolah tersebut tidak memiliki SK Cakep atau tidak pernah mengikuti Pelatihan Calon Kepala Sekolah, dan tentunya ini sangat di sayangkan, karena pengalaman Oknum Kepala sekolah ini pastinya kurang memadai dalam memimpin di suatu sekolah.
Dan ada juga beberapa informasi kami dapat yang tidak mau guru tersebut disebutkan namanya, beliau mengatakan bahwa Oknum kepala sekolah tersebut semenjak menggantikan Kepala Sekolah yang lama, apa pun belum ada yang terlihat dibelikan oleh Kepala Sekolah tersebut, Bolpoint Pun dalam 1 semester di jatah hanya 2 Bolpoint perguru ( warna merah dan hitam),sementara Bolpoint itu sangat dibutuhkan guru-guru tersebut dalam menilai kegiatan belajar siswa, ini merupakan kerugian besar bagi guru-guru di sekolah tersebut.
Dalam pembahasan ini, guru-guru yang berada disekolah tersebut mengaharapkan kepada tim BPK agar memeriksa sekolah tersebut, untuk memastikan bahwa Anggara yang dibuat itu tepat sasaran.
Terimakasih.
KLIK untuk Informasi Operator Sekolah
KLIK untuk Informasi TNI

Komentar
Posting Komentar